Pertama sekali tahu istilah ini di salah satu grup GGDN. Ceo mengajukan challenge jntuk membuat buku antologi puisi. Kemudian ada usulan dari anggota grup membuat puisi sonian
Wah, puisi apa ini? Seingat saya, dulu ketika SMA belajar tentang puisi tak ada istilah puisi sonian. Ingin bertanya di grup tetapi serasa malu (habis saya itu kan pemalu... hehehe). Saya ikuti pembahasan di grup beberapa saat, namun tak ada yang menjelaskan.
Rasa penasaran membuat jemari saya bereaksi, otak pun memerintahkan untuk bertanya pada mbah google. "Mbah, puisi sonian itu apa sih?". Cling langsung bermunculan penuntun untuk mendapatkan penjelasan.
Puisi sonian merupakan puisi baru yang diperkenalkan oleh Sonia Farid Maulana. Mungkin itulah sebabnya, puisi ini disebuat Sonian. Saya mengartikannya sebagai puisi mengikuti aliran pak Soni.
Puisi sonian mempunyai ciri yang khas, yaitu terdiri atas 4 baris dengan pola 6-5-4-3 suku kata perlarik. Bila dicermati puisi ini memfokuskan makna dari judul puisi, sehingga menjadi jelas.
Setelah mempelajari puisi sonian, saya mulai mencoba membuatnya. Awalnya terasa sulit. Ini malah menantang bagi saya untuk bisa membuatnya. Saya coba berkali-kali. Dan ternyata, ahayyy... saya menjadi ketagihan untuk membuatnya. Seperti bermain game kata-kata.
Tidak percaya? Ayo, dicoba.... saya yakin kamu akan suka. Dan terus ingin membuat. Dalam diam, mulai menulis sonian di kepala. Sedang nonton tv pun ergoda untuk membuatnya. Melihat, mendengar, memikir pun semua ingin dijadikan puisi sonian...
Baik biar tidak bingung, saya beri contohnya:
RAMBUT
Mahkota wanita
Panjang terurai
Memberikan
Pesona
IKHLAS
Selalu memberi
Tiada harap
Tuk dibalas
Slamanya
DO'A
Ku duduk bersimpuh
Adukan diri
Penuh dosa
PadaMu
MENGAJI
Membaca Al quran
Tuntunan hidup
Arah jalan
Yang benar
170221
Jumat, 19 Februari 2021
Selasa, 16 Februari 2021
Kepergian
Kepergian
Ada yang lain di hati
Melepasmu pergi tanpa diriku
Terasa berat
Walau kusadari
Ini bukanlah yang pertama
Kepergian kali ini terasa lain
Dimana kita harus saling curiga
Curiga pada orang lain
Curiga pada diri sendiri
Curiga pada sekeliling
Pandemi belum berakhir
Corona masih mengintai
Walau vaksin telah ada
Waspada tetap dijaga
Agar diri selamat sentosa
Namun kulepas jua dengan senyum
Demi tak membuatmu khawatir
Melangkah dengan pasti
Menuntun nenek
Menemaninya pulang kampung
Anakku, jaga dirimu baik-baik
Lindungi nenek yang sudah renta
Besar harapan bunda padamu
Mengganti peran bunda
Mendampingi nenek pulang kampung
Do'a bunda untuk keselamatan
Selama di perjalanan
Sampai tiba di tujuan
Dalam lindungan sang Maha Penjaga
Amiin ya Rabbi..
Medan, 160221
Langganan:
Komentar (Atom)
Menciptakan Budaya Positif di Sekolah/Kelas
Tugas 1.4.a.9 Aksi Nyata Modul 1,4 Budaya Positif Aksi Nyata ini merupakan tugas akhir dari Modul 1,4 Budaya Positif. Aksi nyata dilakukan d...