Berita duka di awal tahun
Menghias di layar kaca
Menjadi topik hangat diperbincangkan
Pagi, siang, petang, dan malam hari
Pendemi tak kunjung berakhir
Ribuan orang berjatuhan setiap hari
Tetpapar virus yang tak kelihatan
Tetapi nyata mengambil korban
Banjir bandang melanda penjuru negeri
Menghanyutkan harta benda dan nyawa
Duka nestapa kehilangan keluarga
Uluran tangan dermawan diharapkan
Sebagai penghibur hati yang lara
Bencana alam datang silih berganti
Memberi warna pemberitaan televisi
Longsor melanda negeri bestari
Menimbun sawah, ladang, dan rumah huni
Pilu hati laksana diiris belati
Belum hilang lara...
Berita duka datang lagi
Jatuhnya pesawat Sriwigaya air
62 nyawa hilang
Hanya serpihan yang berserak
Sebagai bukti keberadaan
Menambah duka mendalam Indonesia
Serasa tak ingin berhenti
Bencana alam lebih dahsat datang lagi
Gempa mengguncang bumi sulbar
Meluluhlantakkan bangunan
Mayat bergelimpang tertimbun material
Di tempat lain
Badai menghantam bumi
Membabat yang menghambat
Sebagai peringatan tetap siaga
Duhai Yang Maha Kuasa
Pemilik alam semesta
Ibalah kepada kami
Kasihanila kami
Kami sadar
Semua berawal dari kami
Ketamakan, keserakahan, kerakusan
Membabat habis pemberianMu
Tak menjaga karuniamu
Ampuni kami
Beri kesempatan kami
Berbenah diri dan hati
Medan, 18012021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar